LAPORAN BAB II

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

A. PERSIAPAN

1. Pengajaran Mikro (PPL 1)

Pengajaran mikro merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi praktikan, dimana pada praktiknya dilaksanakan pada setiap jurusan kependidikan berupa kegiatan praktik mengajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 8 siswa.

a. Tujuan Pengajaran Mikro

Secara umum, pengajaran mikro bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan kompetensi dasar mengajar sebagai bekal praktik mengajar di sekolah/lembaga pendidikan dalam program PPL. Secara khusus, tujuan pengajaran mikro adalah :

1. Memahami dasar-dasar pengajaran mikro.

2. Melatih mahasiswa menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

3. Membentuk dan meningkatkan kompetensi dasar mengajar terpadu dan utuh.

4. Membentuk kompetensi kepribadian.

5. Membentuk kompetensi sosial.

b. Manfaat Pengajaran Mikro

1. Mahasiswa menjadi peka terhadap fenomena yang terjadi di dalam proses pembelajaran ketika mereka menjadi kolaborator.

2. Mahasiswa menjadi lebih siap untuk melakukan kegiatan praktik pembelajaran di sekolah.

3. Mahasiswa dapat melakukan refleksi diri atas kompetensinya dalam mengajar.

4. Mahasiswa menjadi lebih tahu tentang profil guru atau tenaga kependidikan sehingga dapat berpenampilan sebagaimana seorang guru atau tenaga kependidikan.

c. Praktik Pengajaran Mikro

1. Praktik pengajaran mikro meliputi : (1) latihan menyusun RPP, (2) latihan menyusun kompetensi dasar mengajar terbatas, (3) latihan menyusun kompetensi dasar secara terpadu dan utuh, (4) latihan kompetensi kepribadian dan sosial yang terintegrasi pada kegiatan poin 3.

2. Praktik pengajaran mikro berusaha mengkondisikan mahasiswa calon guru memiliki profesi dan penampilan yang mencerminkan penguasaan 4 kompetensi, yakni pedagogik, kepribadian, professional, dan sosial.

3. Pengajaran mikro dibatasi dalam aspek-aspek : (a) jumlah siswa (10-15 orang), (b) materi pelajaran, (c) waktu penyajian (15-20 menit) dan (d) kompetensi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) yang dilatihkan.

4. Pengajaran mikro merupakan bagian integral dari mata kuliah praktik pengalaman lapangan bagi mahasiswa program S1 kependidikan.

5. Pengajaran mikro dilaksanakan di kampus dalam bentuk peerteaching dengan bimbingan supervisor minimal dua orang.

6. Pengajaran mikro dilaksanakan dengan supervise klinis.

7. Praktik real mikro teaching diselenggarakan dalam rangka menetapkan kompetensi dasar mengajar dengan kondisi kelas dan atau siswa yang sesungguhnya.

2. Obsevasi Pembelajaran di Kelas

Sebelum melakukan praktik mengajar, mahasiswa PPL mengadakan observasi pembelajaran di kelas atau lapangan pada saat guru pembimbing mengajar.. Tujuan dari observasi ini adalah agar mahasiswa mempunyai pengetahuan dan tambahan pengalaman dari guru pembimbing lapangan, dalam hal mengajar dan mengelola kelas. Dalam kegiatan ini, yang diamati adalah berbagai aktivitas yang dilaksanakan di kelas atau di lapangan mulai dari membuka pelajaran, interaksi dengan siswa, metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran, penggunaan waktu, penampilan guru, sampai dengan menutup pelajaran. Setelah pelajaran selesai, guru pembimbing membicarakan cara yang digunakannya dalam melaksanakan pembelajaran dengan mahasiswa PPL.

Adapun aspek-aspek yang diamati adalah :

a. Perangkat Pembelajaran

1. Silabus dan sistem penilaian

2. Program tahunan

3. Penjabaran alokasi waktu program semester

4. Perhitungan waktu

5. Supervisi administrasi KBM

6. Pelaksanaan harian

7. Rencana Pembelajaran

8. Daftar nilai

9. Analisis hasil ulangan

b. Proses Pembelajaran

1. Membuka pelajaran

2. Penyajian materi

3. Metode pembelajaran

4. Penggunaan bahasa

5. Penggunaan waktu

6. Gerak

7. Cara memotivasi siswa

8. Teknik bertanya

9. Teknik penguasaan kelas

10. Penggunaan media

11. Bentuk dan cara evaluasi

12. Menutup pelajaran.

c. Perilaku Siswa

1. Di dalam kelas

2. Di luar kelas.

Kegiatan observasi ini meliputi observasi kelas dan juga diskusi dengan guru pembimbing mengenai materi yang akan diajarkan dan metode yang akan digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran.

3. Pembuatan Perangkat Pembelajaran (Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan Media)

Mahasiswa PPL dituntut untuk membuat persiapan mengajar dengan baik sebelum melaksanakan praktik mengajar di kelas. Dalam hal ini, mahasiswa PPL dituntut untuk membuat perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, rencana pembelajaran, dan media pembelajaran, analisis hasil ulangan harian, hasil analisis maupun penilaian sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lancar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Setelah membuat perangkat pembelajaran, mahasiswa diharapkan mengkonsultasikan perangkat tersebut dengan guru pembimbing lapangan sebelum digunakan.

Selain membuat perangkat pembelajaran, mahasiswa PPL juga diharuskan untuk membuat perangkat kelengkapan bagi seorang guru, yang antara lain daftar nilai dan daftar hadir siswa.

4. Pembekalan

Pembekalan pelaksanaan KKN-PPL dilaksanakan sekali sebagai dasar pengetahuan mahasiswa dalam menghadapi kegiatan penerjunan di lapangan maupun lembaga-lembaga pendidikan dan sekolah. Pembekalan dilaksanakan sebelum mahasiswa diterjunkan di sekolah-sekolah.

B. PRAKTIK MENGAJAR

  1. Kegiatan Praktik Mengajar yang Dilakukan

Beberapa hal yang berkaitan dengan praktik mengajar adalah :

a. Mengadakan persiapan mengajar baik materi, media maupun mental.

b. Memilih metode yang paling sesuai untuk diterapkan.

c. Memberikan evaluasi kepada siswa, juga evaluasi terhadap proses belajar mengajar.

d. Membuat hasil analisis Ulangan Harian.

Kegiatan praktik mengajar baik terbimbing maupun mandiri, dimulai pada tanggal 7 Agustus 2008. Dalam kegiatan praktik mengajar itu, mahasiswa diharuskan mengajar minimal delapan kali pertemuan. Kelas yang diampu mahasiswa adalah kelas VIII B, VIII C, VIII D, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempunyai pengalaman mengajar di kelas.

Pada setiap pelaksanaan praktik mengajar, mahasiswa diharuskan membuat rencana pembelajaran dan silabus penilaian. Disamping itu, guru pembimbing juga selalu menekankan, bahwa dalam rangka proses KBM ini, siswa diharapkan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Keaktifan siswa ini bisa diwujutkan dengan melakukan kegiatan pengamatan keaktifan siswa di kelas. Materi yang diajarkan pada praktik mengajar disesuaikan dengan acuan kurikulum yang berlaku. Dalam hal buku acuan, mahasiswa berusaha mencari sendiri sumber buku sesuai materi yang akan diajarkan yang sesuai dengan silabus yang telah ditetapkan. Guru tidak mewajibkan siswa untuk membeli sebuah buku dari penerbit tertentu. Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk mencari informasi yang relefan dari berbagai sumber. Akan tetapi, guru tetap memberikan rambu-rambu supaya kegiatan pembelajaran tetap sesuai dengan kurikulum dan silabus yang telah disusun.

PELAKSANAAN PRAKTIK MENGAJAR DI SMP 4 WATES

Praktik mengajar secara rinci adalah sebagai berikut :

No.

Hari / tanggal

Jam ke

Jenis Kegiatan

Keterangan

1.

K amis

7-8-2008

1 dan 2

Mengajar kelas VIII C

Materi Dinamika Kependudukan

Siswa hadir semua (36 siswa)

2.


6 dan 7

Mengajar kelas VIII D

Materi Pengertian lingkungan hidup dan arti pentingnya.

Siswa yang hadir 35, no absen 33 tidak hadir

3.

Sabtu

9-8-2008

3 dan 4

Mengajar kelas VIII D

Materi bentuk kerusakan lungkungan hidup

Siswa hadir semua (36 siswa)

4.

Senin

11-8-2008

1 dan 2

Mengajar kelas VIII B

Materi Pengertian dan arti penting Lingkungan hidup

Siswa yang hadir 35, no absen 1 tidak hadir

5.

Selasa

12-8-2008

7 dan 8

Mengajar kelas VIII C

Materi Piramida penduduk

Siswa hadir 34 anak, no absen 7 dan 16 tidak hadir

6.

Kamis

14-8-2008

4 dan 5

Mengajar kelas VIII B

Materi Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup

Siswa yang hadir 35, no absen 28 tidak hadir

7.

Sabtu

16-8-2008

1 dan 2

Mengajar kelas VIII D

Materi Hakekat, tujuan, dan ciri ciri pembangunan berkelanjutan

Siswa yang hadir 35, no absen 12 tidak hadir

8.

Salasa

19-8-2008

7 dan 8

Mengajar kelas VIII C

Materi Kependudukan (Migrasi penduduk)

Siswa yang hadir 33, no absen 1, 30, dan 22 tidak hadir

9.

Senin

25-8-2008

3 dan 4

(Jadwal mengikuti sekolah) 30 menit per jam

Mengajar kelas VIII B

Materi Perkemnangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat

Siswa yang hadir 35, no absen 33 tidak hadir

  1. Umpan Balik dari Guru Pembimbing

Guru selalu mengadakan evaluasi mengenai kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa, baik itu dari segi materi maupun dari teknis pelaksanaannya. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mengetahui hal-hal mana yang baik dan bisa dipertahankan dalam kegiatan pembelajaran, dan hal-hal mana yang hendaknya diperbaiki guna mencapai kompetensi sesuai dengan yang distandarkan dalam KTSP.

Dalam hal penyusunan Rencana pelaksanaan pembelajaran, guru juga selalu memberi masukan mengenai tingkat kesulitan dan tingkat keterlaksanaannya dalam kelas atau lapangan.

  1. Pelaksanaan Praktik Persekolahan.

Dalam upaya untuk meningkatkan keprofesionalan tenaga pendidik, maka selain melakukan praktik mengajar, mahasiswa juga dilatih untuk mengerjakan praktik persekolahan yaitu antara lain :

· Pelatihan Bendera Drum Band

Dalam pelatihan bendera tersebut untuk menyongsong tanggal 17 Agustus 2008 yaitu kemerdekaan RI. Dalam pelatihan tersebut dimulai pada tanggal 31 Juli sampai tanggal 16 Agustus 2008. Bendera terdapat 10 siswa putri yaitu kelas VII.

· Pelatihan Tonti

Dalam pelatihan tonti tersebut untuk menyongsong tanggal 17 Agustus 2008 yaitu kemerdekaan RI. Dalam pelatihan tersebut dimulai pada tanggal 31 Juli sampai tanggal 16 Agustus 2008. Terdapat 4 peleton. 2 peleton putra dan 2 peleton putrid.

· Membantu penulisan papan administrasi sekolah.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu TU dalam penulisan papan administrasi sekolah.

C. ANALISIS PELAKSANAAN

  1. Hasil Praktik Mengajar

Hasil yang diperoleh selama mahasiswa melakukan kegiatan praktik mengajar adalah sebagai berikut :

a. Mahasiswa dapat belajar dan mengerti dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan mengelola kelas.

b. Mahasiswa dapat belajar membuat dan menyusun Rencana Pembelajaran untuk setiap materi pokok.

c. Mahasiswa belajar menetapkan tujuan dan bahan pembelajaran.

d. Mahasiswa belajar memilih serta mengorganisasikan materi, media, dan sumber belajar.

e. Mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam hal keterampilan mengajar, seperti pengelolaan tugas rutin, fasilitas belajar, pengelolaan waktu, komunikasi dengan siswa, serta mendemontrasikan metode mengajar.

f. Mahasiswa belajar melakukan evaluasi dan penilaian hasil belajar. Termasuk menganalisis nilai ulangan harian dan perbaikan serta melakukan pengayaan.

g. Mahasiswa dapat belajar untuk mengembangkan materi, media dan sumber pembelajaran, serta belajar merancang strategi pembelajaran.

  1. Analisis Keterkaitan Program dengan Pelaksanaanya

Sebelum Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan, terlebih dahulu disusun rencana program yang akan dilakukan agar pelaksanaan PPL dapat berjalan lancer dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara garis besar, rancangan program yang telah disusun telah dapat terlaksana dengan baik, meskipun tidak terlepas dari kendala-kendala yang sedikit terhambat. Contoh kendala yang dihadapi antara lain kurangnya media pembelajaran dalam bentuk media elektronik.

  1. Observasi Lapangan

Observasi fisik sekolah dilakukan untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan letak dan jumlah ruangan yang ada di sekolah. Dengan demikian, mahasiswa mengetahui letak dan jumlah ruangan serta fasilitas yang dimiliki oleh SMP 4 Wates. Hasil observasi ini juga berguna untuk menentukan strategi pembelajaran yang akan diterapkan, sesuai dengan sarana dan prasarana yang dimiliki.

a. Observasi Kegiatan Pembelajaran di Kelas

Observasi kegiatan pembelajaran di kelas atau di lapangan ini dimaksudkan agar mahasiswa mengetahui gambaran langsung mengenai proses belajar mengajar yang ada di dalam kelas. Kemudian hasil observasi ini juga berguna untuk menentukan strategi pembelajaran yang akan diterapkan, sesuai dengan sarana dan prasarana yang dimiliki.

b. Praktik Mengajar

Pelaksanaan praktik mengajar disesuaikan dengan jadwal mengajar guru pembimbing untuk kelas yang akan digunakan praktik mengajar dan ketentuan minimal jam mengajar yang ditetapkan oleh pihak kampus UNY, yaitu delapan kali tatap muka. Namun dalam pelaksanaannya, ternyata mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih dari delapan kali pertemuan. Dalam kegiatan pembelajaran ini mahasiswa diberikan kebebasan dalam mengajar dalam hal metode, buku panduan dan media pembelajaran, asalkan mengikuti ketentuan dari silabus dan di bombing oleh guru. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mempunyai inisiatif sendiri dan mampu mengelola kelas secara mandiri dan obtimal.

c. Praktik Persekolahan

Praktik persekolahan merupakan aktifitas yang dilakukan mahasiswa praktikan dalam bidang administrasi dan kegiatan kurikuler. Keterampilan yang dilatihkan dalam praktik persekolahan antara lain :

Membantu administrasi TU

Membantu administrasi Perpustakaan

0 comments: