LAPORAN BAB 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. KONDISI SEKOLAH
Observasi lingkungan sekolah merupakan langkah awal dalam pelaksanaan kegiatan PPL. Kegiatan observasi lingkungan sekolah bertujuan agar mahasiswa PPL mempunyai gambaran yang jelas tentang situasi dan kondisi baik menyangkut keadaan fisik maupun non-fisik, serta norma dan kegiatan yang ada di SMP 4 Wates. Dengan observasi ini diharapkan mahasiswa akan lebih mengenal lingkungan tempat PPL.

1. Fisik
SMP 4 Wates secara umum dapat dikatakan cukup lengkap dalam hal sarana dan prasarananya, sehingga bisa dikatakan cukup memadai bagi terciptanya kelancaran proses belajar mengajar. Adapun fasilitas pendukung yang dimiliki dan menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM), antara lain:
15 Ruang Kelas, yaitu sebagai berkut:
a. 5 kelas VII ( kelas VII A s.d. VII E)
b. 5 kelas VIII ( kelas VIII A s.d. VIII E)
c. 5 kelas IX (kelas IX A s.d. IX E)
  • Laboraturium IPA terdiri dari alat praktikum fisika, biologi, meja laboratorium, kursilaboratorium, wash tafel, sirkulasi udara, saluran dan instalasi listrik, ruang gudang, almariuntuk menyimpan alat-alat.
  • Perpustakaan masih banyak membutuhkan buku-buku penunjang yang menarik untuk dibaca oleh siswa.
  • Lapangan Olah raga
  • Ruang Guru
  • Ruang Tata Usaha
  • Ruang Kepala Sekolah
  • Ruang / rumah penjaga sekolah
  • Ruang OSIS
  • Ruang Perpustakaan
  • Ruang UKS
  • Ruang B. P
  • Ruang Koperasi OSIS
  • Gudang
  • Ruang Komputer
  • Ruang Gamelan
  • Ruang Aula
  • Mushola
  • Tempat Wudhu
  • Ruang Laboratorium IPA
  • Ruang Cetak
  • Ruang Piket
  • Ruang WC/ Kamar Mandi
  • Ruang /Tempat sepeda /kendaraan
  • Kamar ganti
  • Laboratorium Bahasa
  • Ruang praktik elektro
  • Ruang praktik jahit/obras
  • Dapur.
  • Tempat parkir
  • Kantin
2. Non-Fisik
Situasi dan kondisi non fisik sekolah meliputi:
 Jumlah guru dan karyawan sebanyak 47 orang
 Pengelola perpustakaan 1 orang
 Jumlah seluruh siswa sebanyak 542 orang dengan perincian sebagai berikut : kelas VII sebanyak 179, Kelas VIII sebanyak 179, dan kelas IX sebanyak 184.
Jadi secara garis besar dengan memperhatikan jumlah guru dapat dikatakan bahwa SMP 4 Wates tidak kekurangan tenaga pendidik, hanya saja dalam sarana dan prasarana pendukung KBM masih harus diadakan optimalisasi sarana yang ada.
Kegiatan pembelajaran di Sekolah di laksanakan pukul 07. 00 WIB hingga 11.30 WIB karena menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dimana dalam 1 jam pelajaran adalah 40 menit. Kemudian untuk hari Jum’at hanya sampai pukul 11.00 WIB. Sekolah ini juga melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan setelah jam pelajaran usai antara pukul 15.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Kegiatan ini dijadikan wahana penyaluran, pengembangan minat dan bakat peserata didik. Kegiatannya antara lain pramuka, olahraga, Karya Ilmiah Remaja dan Kesenian.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan dengan alokasi waktu :
Hari senin jam 07.00 – 12.30 WIB
Hari selasa jam 07.00 – 12.50 WIB
Hari rabu jam 07.00 – 12.10 WIB
Hari kamis jam 07.00 – 12.10 WIB
Hari jum’at jam 07.00 – 12.10 WIB
Hari Sabtu jam 07.00 – 12.50 WIB

B. RENCANA KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN
Praktik Pengalaman Lapangan yang dilaksanakan mahasiswa UNY merupakan kegiatan kependidikan yang bersifat intrakurikuler, namun dalam pelaksanaannya melibatkan banyak unsur yang terkait. Oleh karena itu, agar pelaksanaan PPL dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, diperlukan adanya persiapan yang matang dari berbagai pihak yang terkait, yaitu mahasiswa, dosen pembimbing, sekolah/ instansi tempat PPL, guru pembimbing, serta komponen lain yang terkait dengan tempat PPL. Rencana kegiatan tersebut meliputi :

1. Tahap Persiapan di Kampus (Pengajaran Mikro)
Persiapan paling awal yang dilakukan oleh praktikan adalah mengikuti kuliah pengajaran mikro. Disini praktikan sekaligus melakukan praktik mengajar pada kelas yang kecil. Yang berperan sebagai guru adalah praktikan sendiri dan yang berperan sebagai siswa adalah teman satu kelompok yang berjumlah sepuluh orang dengan seorang dosen pembimbing.
Dosen pembimbing memberikan masukan, baik berupa kritik maupun saran setiap kali praktikan selesai praktik mengajar. Berbagai macam metode dan media pembelajaran dicobakan dalam kegiatan ini, sehingga praktikan memahami media yang sesuai untuk setiap materi. Dengan demikian, pengajaran mikro bertujuan untuk membekali mahasiswa agar lebih siap dalam melaksanakan PPL, baik segi materi maupun penyampaian/metode mengajarnya. Pengajaran mikro juga sebagai syarat bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti PPL.

2. Pembekalan PPL
Kegiatan pembekalan merupakan salah satu persiapan yang diselenggarakan oleh lembaga UNY, dilaksanakan dalam bentuk pembekalan KKN-PPL yang diselenggarakan oleh LPM dan UPPL. Pelaksanaan pembekalan pada tanggal 30 Juni 2008 di Ruang G 201.

3. Penyerahan dan Penerjunan Mahasiswa
Penyerahan mahasiswa KKN-PPL ke sekolah dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2008 pukul 10.00 WIB oleh Dosen Pembimbing Lapangan kepada pihak sekolah yang diterima secara simbolis oleh Kepala Sekolah SMP 4 Wates. Setelah penyerahan dilaksanakan mahasiswa diterjunkan untuk melakukan observasi, penerjunan mahasiswa KKN-PPL dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2008 dan resmi diterima menjadi bagian dari sekolah.

4. Observasi Lapangan
Observasi lapangan merupakan kegiatan pengamatan terhadap berbagai karakteristik komponen pendidikan, iklim dan norma yang berlaku di SMP 4 Wates. Pengenalan ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lamanya observasi disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa sendiri, dengan persetujuan pejabat sekolah yang berwenang. Hal-hal yang menjadi fokus kegiatan observasi adalah sebagai berikut :
1. Lingkungan sekolah
2. Proses pembelajaran
3. Perilaku siswa
4. Administrasi persekolahan
5. Fasilitas pembelajaran
5. Observasi Pembelajaran di Kelas dan Persiapan Perangkat Pembelajaran.
Dalam observasi ini mahasiswa memasuki kelas atau lapangan guru pembimbingnya pada waktu sedang mengajar. Hal ini ditujukan agar mahasiswa mendapat pengalaman dan pengetahuan serta bekal yang cukup, mengenai bagaimana menangani kelas yang sebenarnya, sehingga nantinya pada saat mengajar mahasiswa mengetahui apa yang harus dilakukannya.

6. Pelaksanaan Praktik Mengajar.
Pada tahap ini mahasiswa melakukan praktik mengajar dalam mata kuliah Micro Teaching sebagai latihan sebelum pelaksanaan PPL di sekolah. Setelah lulus pada mata kuliah praktik tersebut mahasiswa diijinkan mengikuti kegiatan PPL, yang mana dalam praktik tersebut mahasiswa harus mampu dalam mengajar sesuai bekal yang diperoleh pada mata kuliah micro teaching.
Selain yang tertulis diatas, masih ada persiapan yang harus diperhatikan demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan PPL, adapun persiapan yang harus dilakukan meliputi :

Observasi pembelajaran
Observasi pembelajaran di kelas bertujuan untuk memperoleh pengetahuan serta pengalaman awal mengenai aktivitas guru pada waktu mengajar di kelas mulai dari membuka pelajaran sampai dengan menutup pelajaran.

Persiapan Mengajar
Di dalam pelaksanaan PPL, mahasiswa dituntut untuk membuat persiapan mengajar diantaranya membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai rancangan kegiatan untuk mempermudah pengajar dalam menyampaikan materi. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Materi dan tujuan harus mengacu pada GBPP
b. KBM yang menunjang pembelajaran aktif
c. Adanya kesesuaian antara tujuan, materi dan alat pengukuran penilaian.
Pelaksanaan praktik mengajar meliputi praktik mengajar terbimbing dan mandiri. Praktik mengajar terbimbing adalah latihan yang dilakukan oleh mahasiswa di kelas/ lapangan yang sebenarnya di bawah bimbingan guru pembimbing lapangan. Sedangkan praktik mengajar mandiri adalah praktik mengajar yang dilakukan mahasiswa sebagaimana layaknya seorang guru. Setiap mahasiswa diwajibkan melaksanakan praktik mengajar minimal delapan kali tatap muka. Mahasiswa praktik PPL melaksanakan evaluasi keberhasilan mata pelajaran yang diampu, yaitu dengan melaksanakan penilaian dengan materi yang telah diajarkan oleh mahasiswa praktikan yang bersangkutan dibawah bimbingan guru pembimbing lapangan.

7. Praktik Persekolahan
Praktik persekolahan merupakan aktivitas mahasiswa dalam bidang kegiatan administrasi sekolah dan pengadaan media pendukung kegiatan pembelajaran. Keterampilan yang tercakup antara lain :
a. Pengelolaan administrasi sekolah
b. Pengelolaan administrasi kelas
c. Pembuatan media pendukung kegiatan pembelajaran
d. Mengikuti kegiatan sekolah antara lain upacara bendera, tugas piket, dan mengisi jam yang kosong.

8. Penyusunan Laporan
Penyusunan laporan merupakan tugas akhir dari pelaksanaan PPL dan merupakan pertanggung jawaban atas pelaksanaan PPL. Data yang digunakan untuk menyusun laporan diperoleh melalui praktik mengajar maupun praktik persekolahan. Hasil dari laporan ini diharapkan selesai dan dikumpulkan atau untuk disahkan sebelum waktu diberikan.

9. Penarikan Mahasiswa PPL
Penarikan mahasiswa dari lokasi PPL, yaitu di SMP 4 Wates, dilaksanakan tanggal 20 September 2008, yaitu juga menandai berakhirnya tugas yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa PPL UNY.

2 comments:

  Gorel

February 5, 2009 at 6:14 AM

thank berat atas infonya. it's really help me. maju terus pendidikan indonesia!!!

  adi purwanto

June 16, 2009 at 11:44 PM

laporan ppl mu berguna sekali mas, terimakasih